|
Reinforcement Program SMA Kristen Tri Tunggal |
|
|
|
|
Seorang anak dapat belajar bila berada dalam suasana yang mendukungnya untuk belajar. Oleh karena itu perlu diberikan suatu pengkondisian supaya anak dapat belajar. Belajar secara kognitif saja tidaklah cukup, karena hidup bukan hanya berupa kognitif saja. Anak perlu belajar apa yang disebut dengan life skill. Oleh karena itu SMA Kristen Tri Tunggal memberikan pengkondisian yang kami sebut sebagai reinforcement program.
Reinforcement program yang diadakan antara lain adalah :
-
New Year Parents Meeting
Merupakan pertemuan awal tahun antara pimpinan dan guru-guru SMA Kristen Tri Tunggal dengan orangtua / wali siswa.
Pada acara ini akan dijelaskan tentang visi-misi sekolah, program akademik dan program non akademik sehingga orangtua dan sekolah dapat menyelaraskan visi dan langkah.
-
Monthly Parents Meeting
Mendidik siswa berarti terlibat dalam pertumbuhan mereka secara holistic, termasuk yang berkaitan dengan peran orangtua, sehingg sangatlah wajar apabila sekolah memberikan wadah bagi orangtua untuk berdiskusi dan saling memberikan masukan supaya dapat seiring dengan visi sekolah. Kegiatan ini diadakan 2 bulan sekali.
-
Mini Field Trip
Segala ilmu yang dipelajari akan menjadi nyata ketika siswa melihat contoh penggunaan ilmu dalam hidup sehari – hari. Mini Field Trip merupakan kegiatan untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk pembelajaran langsung di lokasi, misalnya kunjungan ke pabrik kimia, stasiun televisi, dan lain-lain. Mini Field Trip diadakan sebanyak 2 kali dalam satu tahun.
-
Independence Fun
Merupakan kegiatan untuk mengingatkan siswa bahwa tanggal 17 Agustus merupakan suatu hari yang paling penting bagi Indonesia dan kita sebagai warga negara Indonesia. Kegiatan ini diadakan dalam bentuk lomba – lomba sehingga dapat mengasah kekompakan siswa.
-
Life Learning
Perlunya menghubungkan topik – topik pembelajaran dengan kenyataan dari berbagai bidang pekerjaan. Life Learning mengundang para profesional untuk memberikan pengalaman pribadinya. Life learning diadakan dua kali dalam satu semester.
-
Christmas with Love
Merupakan sarana bagi siswa untuk mengembangkan hati yang peka dan kasih terhadap sesama. Christmas with Love diadakan di kampung-kampung, dan gereja-gereja kecil, dimana siswa belajar untuk melayani.
-
World Day
Siswa harus mempunyai wawasan yang luas dengan cara mengenal berbagai kebudayaan sehingga dapat menjadi manusia yang berpikir global dan independen. World Day juga melatih siswa untuk mempunyai hati misi, hati yang mengasihi bangsa-bangsa lain. World Day diselenggarakan dalam bentuk pameran budaya dan pagelaran budaya.
-
Science and Socio Fair
Merupakan wadah bagi siswa untuk dapat berpikir secara inovatif dan menuangkan kreativitas di bidang sains dan sosial. Selain itu juga diadakan seminar untuk memberikan pengayaan bagi siswa. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk seminar, lomba dan terbuka untuk sekolah-sekolah lain.
-
Easter Celebration
Dalam iman Kristen, paskah merupakan pernyataan kasih Allah yang terbesar yang harus diperkenalkan bagi siswa. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk chapel dan lomba / kegiatan rohani.
-
Life Sharing
Wawasan global tidak dapat ditumbuhkan hanya dengan kegiatan akademis di kelas, melainkan perlu ditambah dengan kegiatan interaktif dengan pihak lain. Dalam kegiatan ini siswa akan tinggal bersama ekspatriat di sekitar Semarang dan Salatiga.
-
Team Building
Bertujuan untuk melatih karakter dan kepemimpinan, melatih kemandirian dan tanggung jawab. Team Building dilaksanakan dalam bentuk outbond / camping di Banteng Raiders.
-
Life Equipping
Sebagian besar siswa SMA Kristen Tri Tunggal berasal dari keluarga yang jarang sekali bersinggungan dengan kesederhanaan desa, alam dan masyarakatnya. Wawasan ini perlu dibukakan kepada mereka agar kepekaan mereka meningkat. Dalam Life Equipping, siswa diajak untuk tinggal di desa, menumpang di salah satu keluarga dan hidup bersama selama 3 hari.
-
Life Exposure
Tinggal dan ikut pembelajaran di sekolah di luar negeri (New Zealand). Bertujuan untuk memfasilitasi siswa untuk melihat dunia global dan merasakan model pendidikan di luar negeri.
|